
Membuat CV adalah langkah pertama yang menentukan apakah kamu akan dipanggil interview atau tidak. Banyak pencari kerja yang sebenarnya memiliki kemampuan bagus, tetapi gagal karena CV yang mereka buat tidak mampu menarik perhatian HRD.CV yang baik harus sederhana, jelas, dan langsung ke inti. Hindari pengguna
Membuat CV adalah langkah pertama yang menentukan apakah kamu akan dipanggil interview atau tidak. Banyak pencari kerja yang sebenarnya memiliki kemampuan bagus, tetapi gagal karena CV yang mereka buat tidak mampu menarik perhatian HRD.
CV yang baik harus sederhana, jelas, dan langsung ke inti. Hindari penggunaan desain yang terlalu ramai atau penuh warna mencolok. HRD tidak mencari desain yang “wah”, tetapi informasi yang mudah dibaca dan relevan. Gunakan font standar seperti Arial atau Calibri, dan pastikan ukuran huruf nyaman dibaca.
Bagian paling penting dalam CV adalah pengalaman dan pencapaian. Banyak orang hanya menuliskan tugas, seperti “mengelola media sosial” atau “bertanggung jawab atas administrasi”. Padahal yang lebih menarik adalah hasilnya. Misalnya, “meningkatkan engagement media sosial sebesar 50% dalam 3 bulan” atau “mengurangi kesalahan data hingga 30%”.
Selain itu, sesuaikan CV dengan posisi yang dilamar. Jangan kirim CV yang sama ke semua perusahaan. Jika melamar sebagai marketing, tonjolkan pengalaman marketing. Jika melamar sebagai admin, fokus pada kemampuan administrasi.
Kesalahan kecil seperti typo atau email tidak profesional juga bisa menjadi alasan penolakan. Pastikan kamu mengecek kembali sebelum mengirim.
Pada akhirnya, CV yang baik bukan yang panjang, tetapi yang relevan dan mudah dipahami. Semakin jelas kamu menun